Ia menambahkan, setelah uji coba tahun ini, program ini akan diperluas pada tahun berikutnya untuk mencakup seluruh RT di Kota Jambi, yaitu 1.650 RT, sehingga manfaatnya dirasakan secara menyeluruh.
“Tahun depan, kita akan menganggarkan total Rp165 miliar yang akan berputar langsung di tengah masyarakat, sebagai kekuatan nyata untuk membangun komunitas yang mandiri, kreatif, dan produktif,”
Program Kampung Bahagia menitikberatkan pada pengelolaan sampah yang lebih modern dan terstruktur. Menurut Maulana, nantinya tidak akan ada lagi sistem pembuangan sampah terbuka; seluruh sampah akan dikelola melalui sistem tertutup dan diambil langsung dari rumah tangga.
“Nanti masyarakat tidak boleh keluar membuang sampah, kecuali diambil oleh petugas, sehingga tidak ada lagi TPS-TPS liar. Pemahaman ini perlu kita dorong secara bersama-sama,”
melalui Kampung Bahagia, armada bentor akan disiapkan, dan anak-anak muda yang belum bekerja dapat diberdayakan untuk mengangkut sampah dari rumah-rumah, kemudian memilah dan mengolahnya sehingga memiliki nilai ekonomi.