"Dengan demikian, Program Kampung Bahagia benar-benar lahir dari, oleh, dan untuk masyarakat, serta menjadi langkah awal implementasi nyata yang menandai transformasi pembangunan Kota Jambi menuju kota yang lebih partisipatif, inklusif, berkelanjutan, dan membahagiakan,"
Maulana menekankan, bahwa keberhasilan Kampung Bahagia tidak hanya diukur dari fisik pembangunan, tetapi dari tumbuhnya solidaritas, kepedulian sosial, kemandirian warga, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
"Bertepatan dengan World Cleanup Day, pesan ini semakin kuat, bahwa kebahagiaan warga Kota Jambi berangkat dari lingkungan yang bersih, sehat, hijau, serta kehidupan sosial yang harmonis,
Dalam program inovatif ini, Pemerintah Kota Jambi mengalokasikan dana pembangunan sebesar Rp100 juta per RT setiap tahun, sebagai upaya nyata untuk memberdayakan masyarakat dan mendorong inisiatif lokal. Dana ini menjadi modal strategis bagi warga untuk mewujudkan kegiatan prioritas di lingkungannya, mulai dari pembangunan sarana dan prasarana, penguatan kelembagaan, hingga pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh.
Nantinya, 67 RT percontohan ini akan menjadi pelopor pelaksanaan program pembangunan berbasis komunitas dengan anggaran Rp100 juta yang telah disediakan,” ujarnya.